Hallo Tamu? Selamat Datang Di I DEMO SITE
Pasang Iklan I Profile I Event I DisClaimer I Sitemap
Showing posts with label Kriminal. Show all posts
Showing posts with label Kriminal. Show all posts

Polisi Tembak Mati Pencuri Mobil di Pondok Gede

Bigberita - Anggota Buru Sergap (Buser) Polsek Pondok Gede berhasil mengagalkan aksi pencurian di rumah kosong di Kavling Marinir Blok AB 8 Nomor 5 dan 6 Duren Sawit, Jakarta Timur. Seorang pelaku ditembak mati di lokasi, sementara tiga pelaku lainnya ditangkap dan dibawa ke Mapolsek Pondok Gede.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, penangkapan  pencuri  yang berjumlah empat orang terjadi sekira pukul 14.00 WIB, Sabtu (14/9/2013). Saat itu, empat pelaku ditangkap di Jalan Raya Jatiwaringin, Pondok Gede.




Peristiwa berawal, saat anggota melakukan patroli menggunakan sepeda motor. Petugas mendengar teriakan maling dari warga pada saat mobil Toyota Avanza yang ditumpangi empat orang melintas di Jati Waringin. 

Anggota Buser tersebut mengejar dan memberikan dua kali tembakan peringatan ke udara. Saat akan diringkus, para pelaku mengeluarkan senjata tajam dan benda menyerupai pistol.
Melihat hal tesebut, petugas melakukan tindakan tegas dengan melakukan penembakan. Seorang pelaku, Jimmy Sihombing ter tembak di dada kanan dan meninggal di lokasi kejadian  karena mengacungkan pistol kepada petugas. 

Sementara tiga tersangka yang ditangkap adalah  TPS (53), CTS (46) dan JM (32).
Sebagai barang bukti, polisi menyita barang bukti, satu unit Toyota Avanza warna putih bernomor polisi B 1626 SOX, perhiasan, empat buah telefon genggam BlackBerry, satu komputer jinjing, USB portable, tiga buah linggis, dua buah parang panjang, dan satu pistol mainan.

Saat dihubungi Kapolsek Pondok Gede, Kompol Kunto Wibisono, mengaku masih melakukan investigasi terhadap aksi pencurian oleh empat pelaku tersebut.
"Kami masih melakukan invenstigasi dalam kasus ini," kata Kunto.


dikutip dari www.tribunnews.com
Lintaskan!!
Advertise

Dukun Jagal Pengganda Uang dari Lereng Sumbing

Sosoknya dikenal sejak ia tewas bersama Koordinator Tim Direktorat reserse Kirminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Tengah Ajun Komisaris Yahya R Lihu, 51 tahun. Keduanya tewas jatuh di jurang sedalam 150 meter di Dusun Petung, Ngemplak, Windusari, Magelang, Jawa Tengah. Semula dia dikenal sebagai dukun pengganda uang dari lereng Sumbing. Namanya Muhyaro, 41 tahun. 

Dusun Petung adalah desa terakhir di Kabupaten Magelang. Lokasinya berada kurang lebih 3 km dari puncak Gunung Sumbing. Kini di daerahnya itu, sang dukun tenar pula karena dugaan menjadi seorang jagal. Korbannya Yolanda Rifan, dosen Arsitektur FT Undip, sekaligus putra guru besar FH Undip Prof Dr Barda Nawawi SH. Yolanda dikubur di area perkebunan loncang lereng Gunung Sumbing bersama dua jenazah lain. Sampai kini dua jenazah lain masih belum diketahui. Ketiganya diduga dibunuh lantaran kasus penggandaan uang. (Baca: Jatuh ke Jurang Terborgol Bersama Polisi)



Soal pribadi, Muhyaro tak diketahui secara lengkap. Muhyaro merupakan tahanan Kepolisian Jawa Tengah. Namun, berdasarkan informasi dari warga sekitar, Muhyaro dikenal sebagai dukun sakti. Dia disebut bisa menyembuhkan berbagai penyakit.
Keseharian Muhyaro bekerja sebagai petani. Cukup kaya. Lantaran dia memiliki ladang luas di lereng Gunung Sumbing. Muhyaro juga dikenal sebagai sosok taat beribadah. 

Muhyaro diketahui memiliki dua istri dan empat anak. Istri pertama bernama Sukam memiliki tiga orang anak. Istri kedua bernama Sri dan memiliki seorang anak yang masih berusia sekitar dua bulan.
Setiap malam, Muhyaro banyak didatangi tamu. Warga tak mengetahui tamu Muhyaro. Saat tamu tiba, warga biasanya sudah terlelap.  
Berdasarkan catatan hukumnya, pada tahun 2002, Muharyo pernah terlibat kasus pencurian sapi. Delapan tahun kemudian, dia terlibat kasus uang palsu. Ia pernah dimusyawarahkan warga karena mencuri kambing tetangga. 

Kedok Muhyaro mulai terbongkar ketika ia menjatuhkan diri di jurang lereng Sumbing bersama Ajun Komisaris Yahya R Lihu, warga Banyumanik. Muhyaro Kamis, 25 Juli 2013, diminta menunjukkan kuburan Yolanda. Saat itu, tangan Munjaroh terkait di tangan Ajun Komisaris Yahya. Keduanya tewas bersamaan.
Lintaskan!!
Advertise

Polisi Bakal Tembak Mati Perampok

Polisi terus bekerja ekstra untuk menjaga keamanan dan ketertiban nasional (kamtibnas) selama Ramadan yang memang terkenal rawan kriminal.

Sebagai upaya antisipasi rawan gangguan kamtibnas, Kapolda Metro Jaya sudah memerintahkan jajarannya untuk menggiatkan razia, patroli, dan memburu para pelaku perampokan yang sudah beraksi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.



Selain membentuk tim pemburu perampokan, Kapolda juga memerintahkan anggota di lapangan untuk menembak mati para perampok, yang saat diringkus melakukan perlawanan dan membahayakan bagi anggota dan masyarakat.

Pihak kepolisian sejak pengalaman terdahulu sudah hafal dan menganalisis berbagai. Pola tindak kejahatan dari para pelaku selama bulan Ramadan.
"Saat puasa, lalu jelang mudik sampai saat mudik memang ada pergeseran kejahatan. Itu sudah kami analisa dan memang setiap tahunnya begitu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto, Minggu (21/7/2013).

Rikwanto menuturkan, di minggu pertama dan kedua puasa rata-rata kejahatan yang marak yakni pencurian dengan kekerasan seperti todong, rampas dan perampokan.
Lalu bergeser ke minggu ketiga dan keempat jelang mudik lebaran biasanya kejahatan yang muncul yakni pembiusan di terminal, praktik calo tiket, hipnotis hingga gendam.
Barulah saat mudik, muncul kejahatan pencurian rumah-rumah kosong yang ditinggal mudik oleh para penghuninya.

"Untuk pembiusan, gendam, hipnotis biasanya terjadi di terminal, stasiun, dan pelabuhan. Antisipasi itu kami akan membangun pos pengamanan di masing-masing tempat," ungkap Rikwanto.
Sementara untuk praktik calo, kepolisian akan bekerjasama dengan Dishub untuk memberantas aksi para calo. 'Untuk calo kami kerja sama dengan Dishub. Didukung sistem tiket yang sesuai dengan kartu identitas seperti di bandara dan stasiun ini bisa meminimalisasi praktik calo. Kalau untuk angkutan bus memang masih banyak calo," tutur Rikwanto.
Lintaskan!!
Advertise

44 Napi di Landak Bakal Dapat Remisi

Sebanyak 44 Narapidana atau warga binaan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Klas IIB Landak di ajukan untuk mendapatkan remisi di hari raya Idul Fitri dan HUT Kemerdekaan 17 Agustus 2013.
Kepala Rutan Klas IIB Landak, Taufik Rachman mengatakan warga binaan yang akan mendapat remisi umum 1 pada HUT Kemerdekaan nanti diusulkan sebanyak 22 narapidana (napi). Sedangkan untuk remisi umum 2 ada 2 napi.



“Dengan demikian warga binaan yang kita usulkan untuk mendapat remisi sebanyak 24 napi. Dua napi yang mendapat remisi umum 2 ini langsung bebas pada HUT Kemerdekaan RI nanti,” ujar Taufik kepada Tribunpontianak.co.id, Jumat (19/7/2013)

Selain remisi umum, Rutan Landak juga mengusulkan napi yang akan mendapatkan remisi khusus pada hari raya Idul Fitri. "Untuk remisi khusus 1 ada 19 napi dan remisi khusus 2 yang bebas pada saat hari raya Idul Fitri ada satu orang. Dengan demikian jumlahnya sebanyak 20 napi,” katanya. (Hadi Sudirmansyah)
Lintaskan!!
Advertise
Powered by Blogger.

Fransloverz.net